Elisabeth Erika

1 tahun yang lalu ·

Postingan oleh Elisabeth
>
Refleksi

Refleksi

Generasi X mengeluhkan Generasi Z.
Generasi Z juga mengeluhkan perilaku para generasi di atasnya.

Di suatu perusahaan sekelompok Generasi Z - mereka ini freshgraduate - mengikuti kompetisi dan membuat project improvement kemudian mempresentasikan project tersebut. Project dibuat menggunakan pendekatan sistematik menggunakan beberapa tools saat mengambil data, menganalisa data dan menyimpulkan data. Data analysis yang diperoleh menggunakan tools yang mereka kuasai dari hasil belajar/training/workshop selama mereka kuliah.
Secara data dan materi presentasi, saya yang dalam pekerjaan biasa melakukan presentasi, mereview materi presentasi dari team, melihat bahwa project secara data dan materi ini cukup memuaskan.

Materi dipresentasikan di hadapan para senior manager. Senior-senior manager ini adalah para generasi X.
Saat sesi Q&A seharusnya para senior Manager ini memberikan kritik dan masukan - karena ini juga yang sangat dinantikan oleh sekelompok anak2 gen Z ini.
Tetapi ekspektasi mereka meleset. Saat gelaran kompetisi pada sesi penjurian, juri utama dengan arogan menempatkan dirinya sebagai sosok maha guru yang tidak pernah salah dan tidak bisa diganggu gugat.
Alih-alih melakukan penilaian dengan dialog masukan dengan landasan yang kuat, ini malah membuat statement "kalian tau apa, sudah berapa lama bekerja disini? yang paling lama berapa bulan? coba jawab?
Para fresh graduate ini memang baru bekerja dibawah satu tahun. Namanya juga fresgrad.

Statement seperti ini tujuannya hanya untuk menjatuhkan mental, padahal project ini dibuat untuk membantu perusahaan melakukan improvement yang seharusnya ide tersebut dilakukan dan dipikirkan oleh para senior manajer tersebut yang konon jarang turun ke lapangan untuk paham the real situation yang terjadi.

Yang terjadi? para generasi Z ini pun bersikap skeptis terhadap para manajernya dan memberi label bahwa generasi X ini adalah generasi yang takut tersaingi, generasi yang tidak bisa diajak berdialog, jadul, generasi yang tidak mau membuka mata bahwa jaman sudah berubah dan sebagainya - pokoke sing elek2.

Mereka jadi tidak antusias untuk melakukan improvement, belum apa-apa sudah di penggak (bahasa Jawa artinya dijatuhkan/direndahkan) dan menyimpulkan bahwa tempat tersebut bukan tempat terbaik untuk bekerja.

Ini membuat saya jadi introspeksi sesaat setelah melakukan coaching dengan para Generasi Z yang kecewa ini.
Apakah memang tipikal generasi X seperti itu terutama yang menduduki sebuah jabatan di perusahaan?

Jangan-jangan ulah kita juga para Gen X yang membuat para Gen Z seolah-olah menjadi generasi yang tidak tahan banting, pemberontak, manja, strawberry.  Mari berrefleksi

Pelajaran Hidup
Komentar

Anda mungkin tertarik dengan pekerjaan ini

  • Bekerja di perusahaan

    Terapis Spa

    UPartners

    We are hiring Spa Therapist for Onsei Wellness (No ++) · Memberikan perawatan spa yang profesional dan ramah, termasuk pijat, masker, perawatan tubuh, dan perawatan lainnya · Mengkonsultasikan dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan dan preferensi mereka, dan menyarankan perawa ...

    Jakarta, Jakarta

    2 minggu yang lalu

  • Bekerja di perusahaan

    IB MYP

    Paideia Educational Solutions

    Berperan sebagai Guru IB MYP & DP Matematika untuk merancang dan melaksanakan pengajaran matematika yang mendalam dan berbasis inkuiri. Bertanggung jawab dalam mengembangkan pemahaman konseptual siswa serta kemampuan berpikir analitis. · ...

    West Sumbawa, West Nusa Tenggara

    1 bulan yang lalu

  • Bekerja di perusahaan

    Housekeeper

    Nest Family Reflexology

    Nest Family Reflexology membuka lowongan Housekeeper di Sunter Agung, Jakarta. Tugas mencari tamu untuk Senin-Sabtu pagi/siang/malam dan Minggu pagi/siang/malam. · Menjaga kebersihan area outlet. · Mengisi ulang perlengkapan. · Menyapa tamu dengan ramah. · ...

    Tanjung Priok, Jakarta

    1 bulan yang lalu